12
May
Tirakatan Hari Jadi, Selasa 13 Mei 2014 jam 19.00 WIB di pendopo parasamya.
12
May
Lomba Masak Kudapan Berbahan Dasar Ubi Ungu dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Peringatan Hari Jadi Ke 98 Kabupaten Sleman ini. Melalui kegiatan ini, dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya pengembangan pangan alternatif dan masakan lokal, serta mencintai masakan produk kita sendiri. Melalui kegiatan ini, marilah kita tumbuhkan kembali budaya mengkonsumsi produk pangan lokal serta upaya mendiversifikasi pangan. Selain itu, melalui kegiatan kreasi masak ini hendaknya semakin menyadarkan kita akan kondisi pengembangan masakan olahan dengan bahan dasar lokal di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo saat penyerahan hadiah lomba masak di Pendopo Rumah Dinas bupati Senin 12 Mei 2014.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Ubi ungu merupakan salah satu varian makanan lokal yang mempunyai komposisi gizi yang baik. Keberadaan senyawa antosianin pada ubi ungu berfungsi antioksida, antikanker, antibakteria, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi jalar ungu juga mampu bertindak sebagai anti kanker karena mengandung selenium dan iodin serta dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi lain. Ubi jalar ungu juga memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri lebih tinggi dibanding buah lain. Oleh karena itu konsumsi ubi ungu ini sangat dianjurkan untuk mendukung untuk perkembangan otak generasi muda sehingga bisa menjadi sarana menjadikan generasi kita menjadi cerdas, sehat dan kuat sebagai generasi penerus bangsa.
Untuk itu melalui lomba ini diharapkan TP PKK untuk menjadi pelopor dalam mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak hanya mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok, namun dapat mengkonsumsi ubi ungu sebagai salah satu alternatif bahan pangandan diversifikasi sumber karbohidrat. Ubi ungu mudah ditemukan di lingkungan kita. Bahan makanan lokal ini mudah ditanam sehingga menjadi salah satu peluang usaha yang menguntungkan. Masakan ubi ungu merupakan salah satu dari produk pangan lokal kita, yang tidak kalah dari produk dari pangan impor maupun instan, baik dari segi harga maupun kualitas kesehatan. Bila diolah dengan lebih kreatif, potensi produk pangan lokal kita akan mampu bersaing dengan produk luar dan dikonsumsi oleh masyarakat kita. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa produk lokal justru akan dicari dan diminati oleh masyarakat dari luar Sleman. Produk lokal memiliki keunggulan dalam kandungan gizi, rasa, maupun manfaatnya bagi kesehatan. Produk lokal seringkali lebih sehat karena, tidak diberi lapisan pengawet maupun penggunaan pestisida yang tidak berlebihan. Namun tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana menjadikan potensi produk pangan lokal ini dapat diolah secara benar secara kesehatan, menarik minat konsumen dan aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, marilah kita mulai mencintai produk kita sendiri. Budaya inilah yang perlu terus kita kembangkan dan kita tumbuhkan di kalangan anak anak kita.
Sedangkan Ketua panitia lomba maasak Ubi Ungu Ibu Oktavianus melaporkan bahwa maksud dan tujuan lomba masak Ubi ungu antara lain untuk meningkatkan dan membiasakanmengkomsumsi Umbi-umbian sebagai potensi paangaan lokal, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal, menekan nimpor gandumg sebagai bahan pangan dengan mengganti pangan lokal, meningkatkan produk umbi-umbian khususnya Ubi Ungu di kabupataen sleman dan membuka peluang pasar bagi potensi budi daya umbi-umbian dan pelaku usaha kuliner. Lebih lanjut dilaporkan bahwa jenis lomba olahan pangan lokal berbahan dasar Ubi Ungu menjadi makanan dalam bentuk Kudapan Criteria olahan basah dan kering. Peserta lomba adalah juara 1 dan 2 lomba tingkat kecamatan, hingga yang mengikuti lomba masak tersebut mencapaai 68 peserta. Bertindak sebagai juri dari Pusat kajian makanan Tradisional UGM, Tim Penggerak PKK DIY, Poltekes dan AMTA Yogyakarta.
Setelah melalui penjurian yang ketat akhirnya yang terpilih untuk jenis olahan kering sebagai juara I Kecamatan Kalasan, juara II Kecamatan Kalasan, juara III Kecamatan Ngaglik , juara Harapan I Kecamatan Gamping, jauara harapan II Kecamatan Berbah. Untuk jenis olahan basah juara I Kecamatan Godean, juara II kecamatan Ngaglik, juara III Kecamatan Moyudan, juaara harapan I kecamatan Berbah dan juara harapan II Kecamatan Depok. Para juara masing masing menerima tropy, piagam dan uang pembinaan. Hadiah diserahkan oleh bupati sleman
6
May
Setelah selama 10 hari berlangsung Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman, Minggu malam 4 Mei 2014 ditutup oleh Bupati Sleman, Drs. H Sri Purnomo, MSI. Selama pameran berlangsung setiap harinya di sore hari di panggung utama diisi dengan pentas seni anak- anak sekolah dan untuk malam harinya diisi dengan Gelar Budaya yang menampilkan potensi kesenian di Seluruh Kecamatan Se Kabupaten Sleman.
Menurut Jono Lesmana, (BPPS : Badan Promosi Pariwisata Sleman) selaku ketua Penyelenggara pameran mengatakan minat masyarakat dalam mengunjungi pameran cukup besar yang dibuktikan dengan terbagi habisnya 15 ribu kupon masuk yang telah dicetak oleh panitia untuk undian doorprize 1 unit sepeda motor NEX pada acara penutupan. Pengunjung yang datang ke Pameran Potensi Daerah tidak hanya untuk melihat hasil kegiatan pembangunan Sleman tetapi juga melakukan transaksi. Selama 10 hari transaksi maupun order / pesanan yang dilaksanakan di Pameran Potensi Daerah sebesar kurang lebih Rp 1,3 M .
Sementara Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat Sleman pasca musibah erupsi Merapi. Selain itu menjadi sarana agar masyarakat semakin mencintai produk lokal sekaligus pengenalan berbagai potensi yang ada di Sleman kepada masyarakat luar. Oleh karena itu penyelenggara pameran dituntut untuk mampu menciptakan daya tarik, sehingga kegiatan pameran ini dapat menyedot pengunjung dari segenap lapisan sosial dan ekonomi. Pengunjung yang datang dan melihat pameran penonton akan memperoleh baik informasi, pemahaman ataupun pengetahuan mengenai potensi Sleman.
Lebih lanjut dikatakan keterlibatan kecamatan yang cukup besar dalam event ini, untuk kedepannya perlu lebih ditingkatkan lagi. Sehingga event pameran ini benar-benar menjadi ajang promosi potensi setiap kecamatan di Kabupaten Sleman sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal ini tentunya juga diharapkan mampu menjadi even tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat.
Pada akhir acara juga diserahkan trophy pemenang lomba stand dan pemenang penampilan terbaik dalam gelar budaya. Untuk Juara I Lomba Stand yakni BPTP DIY, Juara II Kecamatan Godean, Juara III SMK N I Godean, sedangkan untuk penampilan pada gelar budaya juara I kecamatan Kalasan, juara II Kecamatan Pakem dan juara III kecamatan Turi. Sementara itu Bupati juga mengundi kupon door price Zuzuki Nex dan berhasil diraih oleh Ainlammin Alawy Adam warga Bantarjo Donoharjo Ngaglik Sleman.