Bupati Kustini Sri Purnomo menyampaikan, digelarnya Pasar Lebaran Sleman menjadi ajang positif untuk mengisi jelang Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya menjadi rekomendasi pusat takjil di Sleman, Pasar Lebaran Sleman juga disebut Bupati menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendorong penggunaan produk lokal Sleman dan nglarisi pelaku UMKM.
Dengan dibukanya Pasar Lebaran Sleman, Bupati mengajak seluruh masyarakat terutama ASN di lingkup Kabupaten Sleman untuk berbelanja di area Lapangan Pemda tersebut. Bupati berharap, dengan dukungan semua pihak, UMKM di Kabupaten dapat semakin berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.
“Kegiatan positif ini harus kita dukung bersama. Maka dari itu, monggo kita ramaikan pasar Lebaran Sleman yang ada sampai di hari Sabtu besok, silakan diborong dan dilarisi. Mari kita dukung UMKM Sleman bersama-sama,” ujar Bupati.
Bupati juga berpesan, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab hanya dengan kualitas yang terjaga dengan baik, maka pelanggan tidak akan segan untuk kembali membeli produk dikemudian hari. “Saya mengharapkan kepada para pelaku UMKM di Sleman untuk selalu menjaga ketersediaan dan kualitas produknya. Konsumen akan percaya dan menggunakan produk UMKM jika produksinya lancar dan kualitasnya bagus,” tambah Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, R Haris Martapa, melaporkan bahwa pasar Lebaran Sleman 2023 mengangkat tema “Bangga Berlebaran dengan Borong Bareng Produk Sleman Untuk Nyawiji lan Murakabi, Sesarengan mBangun Sleman”. Dengan melibatkan 115 peserta yang terdiri dari UMKM dan Koperasi, kegiatan tahunan itu memiliki tujuan untuk menggeliatkan kembali UMKM Sleman di masa pasca pandemi. “Di Pasar Lebaran Sleman kami juga memiliki sembako murah. Sehingga masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan produk olahan ayam dengan harga terjangkau,” kata Haris.
Di samping itu, acara Pasar Lebaran Sleman juga membagikan sebanyak 443 paket sembako bagi keluarga kurang mampu yang berada di sekitar lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada momen pembukaan, Bupati Kustini sekaligus menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada 8 perwakilan penerima yang hadir. Pasar Lebaran Sleman menyuguhkan berbagai stan menarik, mulai dari stan kuliner, stan fashion, stan flora,hampers hingga layanan konsultasi UMKM. Tak hanya itu, juga terdapat berbagai lomba, penampilan hiburan, dan pelatihan kerajinan yang bisa diikuti masyarakat. Dan pada momen jelang berbuka puasa, masyarakat juga bisa menikmati tausyiah dan takjil gratis di Pasar Lebaran Sleman.
Bupati Kustini menyampaikan, workshop rembuk stunting merupakan salah upaya untuk meningkatkan kepedulian, wawasan serta menggerakkan seluruh komponen masyarakat dalam penurunan stunting di Kabupaten Sleman.
“Saya berharap workshop ini dapat menjadi sarana untuk menyusun perencanaan penurunan stunting yang melibatkan partisipasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Meneruskan capaian tahun sebelumnya, bersama kita jaga komitmen untuk melanjutkan upaya-upaya penurunan stunting yang telah dilakukan,” kata Bupati.
Bupati Kustini juga menekankan, pentingnya pemahaman dari semua stakeholder dalam strategi penanganan stunting. Bupati mengatakan, seluruh lapisan masyarakat memiliki peran penting untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman.
“Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama mendukung penurunan stunting. Juga kepada para pelaku usaha, untuk turut serta mengambil peran dalam upaya penurunan stunting, baik dalam berbagai kegiatan bisnis, CSR dan perlindungan pekerja,” pungkas Bupati.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), H.Y Aji Wulantara, melaporkan kegiatan rembuk stunting ditujukan untuk menyampaikan situasi stunting terkini di Sleman sekaligus mendeklarasikan komitmen Pemkab Sleman dan publik dalam menurunkan stunting di Sleman.
“Kegiatan rembuk stunting ini menjadi wujud komitmen kita untuk menurunkan angka stunting di Sleman. Berbicara soal stunting juga termasuk upaya untuk mempersiapkan generasi muda untuk meneruskan upaya penurunan stunting. Sehingga dibutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak,” jelas Aji.